Sabtu, 17 November 2012
Jumat, 05 Oktober 2012
Rahasia dibalik "Meremehkan Orang Lain"
"Jangan pernah meremehkan kebaikan meskipun sedikit," kata guru-guru kita saat menasihati murid-muridnya.
Nasihat tersebut juga mengandung larangan untuk tidak meremehkan keburukan meskipun kecil.
Memang benar, awal dari segala kegagalan dan kerugian yaitu membudayanya sikap meremehkan. Maka, anda jangan heran tatkala melihat orang yang pintar dan cerdas, lebih sering mengalami kegagalan dan kerugian di dalam usaha dan jerih payahnya. Atau, orang yang memiliki kadar kecerdasan yang biasa-biasa saja, bahkan di bawah rata-rata, namun acap kali berhasil dan meraup kesuksesan yang gemilang disebabkan konsistensi dan ketekunannya dalam berusaha.
Tidak hanya itu, sikap meremehkan merupakan pangkal dari sifat sombong. Inilah yang membuat Iblis terlempar dari kasih sayang Tuhan untuk selama-lamanya.
Sikap meremehkan selalu timbul dari sikap yang terlalu percaya diri dan merasa pintar. Sehingga, hal tersebut berdampak pada munculnya kebiasaan menunda dan menunda.
Jika "kebiasaan menunda" berlangsung dalam tempo yang lama, maka yang akan dikhawatirkan kalau kebiasaan tersebut menjadi karakter dan kepribadian kita. Dan tentu hal tersebut sangat merugikan, baik bagi orang yang bersangkutan maupun orang-orang di sekelilingnya.
Permasalahan pun tidak terhenti pada dampak yang merugikan. Tetapi, bermuara pada penyesalan yang akan kita bawa sampai meninggal dunia kelak.
Penyesalan akan berdampak pada gangguan psikis yang tentu amat menyiksa batin dan menimbulkan sikap serba salah. Salah satu gambaran penyesalan yang bakal dibawa sampai hari kiamat kelak, tatkala kita tidak memanfaatkan anugerah kehidupan yang diberikan Tuhan kepada kita. Sehingga orang-orang yang tidak beriman, saat disiksa di Neraka mengatakan, "Seandainya saja aku dulu menjadi debu dan tidak pernah hidup."
Nasihat tersebut juga mengandung larangan untuk tidak meremehkan keburukan meskipun kecil.
Memang benar, awal dari segala kegagalan dan kerugian yaitu membudayanya sikap meremehkan. Maka, anda jangan heran tatkala melihat orang yang pintar dan cerdas, lebih sering mengalami kegagalan dan kerugian di dalam usaha dan jerih payahnya. Atau, orang yang memiliki kadar kecerdasan yang biasa-biasa saja, bahkan di bawah rata-rata, namun acap kali berhasil dan meraup kesuksesan yang gemilang disebabkan konsistensi dan ketekunannya dalam berusaha.
Tidak hanya itu, sikap meremehkan merupakan pangkal dari sifat sombong. Inilah yang membuat Iblis terlempar dari kasih sayang Tuhan untuk selama-lamanya.
Sikap meremehkan selalu timbul dari sikap yang terlalu percaya diri dan merasa pintar. Sehingga, hal tersebut berdampak pada munculnya kebiasaan menunda dan menunda.
Jika "kebiasaan menunda" berlangsung dalam tempo yang lama, maka yang akan dikhawatirkan kalau kebiasaan tersebut menjadi karakter dan kepribadian kita. Dan tentu hal tersebut sangat merugikan, baik bagi orang yang bersangkutan maupun orang-orang di sekelilingnya.
Permasalahan pun tidak terhenti pada dampak yang merugikan. Tetapi, bermuara pada penyesalan yang akan kita bawa sampai meninggal dunia kelak.
Penyesalan akan berdampak pada gangguan psikis yang tentu amat menyiksa batin dan menimbulkan sikap serba salah. Salah satu gambaran penyesalan yang bakal dibawa sampai hari kiamat kelak, tatkala kita tidak memanfaatkan anugerah kehidupan yang diberikan Tuhan kepada kita. Sehingga orang-orang yang tidak beriman, saat disiksa di Neraka mengatakan, "Seandainya saja aku dulu menjadi debu dan tidak pernah hidup."
Khalid bin Walid
Inilah kisah Khalid Bin Walid,
singa padang pasir yang oleh Rasulullah Muhammad SAW diberikan gelar pedang
Allah yang terhunus.
Ayah Khalid yang bernama Walid,
adalah salah seorang pemimpin yang paling berkuasa di antara orang-orang
Quraisy. Dia sangat kaya. Dia menghormati Ka’bah dengan perasaan yang sangat
mendalam. Sekali dua tahun dialah yang menyediakan kain penutup Ka’bah. Pada
masa ibadah Haji dia memberi makan dengan cuma-cuma bagi semua orang yang
datang berkumpul di Mina.
Ketika orang Quraisy memperbaiki
Ka’bah tidak seorang pun yang berani meruntuhkan dinding-dindingnya yang tua
itu. Semua orang takut kalau-kalau jatuh dan mati. Melihat suasana begini Walid
maju ke depan dengan bersenjatakan sekop sambil berteriak, “Oh, Tuhan
jangan marah kepada kami. Kami berniat baik terhadap rumahMu“.
Khalid bin Walid bin Al-Mugiroh
Al-Qurasy Al-Makhzumy Al-Makky, anak saudari ummul mukminin Maimunah binti
Al-Harits radhiallahu ‘anhu. Beliau adalah seorang tokoh terkemuka umat Islam, seorang pahlawan dan salah
seorang tokoh shahabat Rasulullah SAW.
Di medan peperangan, beliau tidak
pernah kalah baik pada saat jahiliyah atau setelah masuk Islam. Beliau berkata
tentang dirinya, “Sungguh dengan tanganku ini telah terpotong sembilan pedang
pada saat peperangan Mu’tah sehingga tidak tertinggal di tanganku kecuali
sebuah pedang yang berasal dari Yaman.”
Hal ini membuktikan tentang
keberanian dan kekuatan besar yang telah dianugrahkan baginya oleh Allah pada
dirinya. Dan beliau adalah komandan pasukan kaum muslimin pada perang yang
masyhur yaitu perang Yamamah dan Yarmuk, dan beliau juga telah melintasi
perbatasan negeri Iraq menuju ke Syam dalam lima malam bersama para
tentara yang mengikutinya.
Kepiawaian beliau dalam mempin
perang juga bisa dilihat pada perang Mu’tah, pada tahun ke-8 H, tahun beliau
memeluk Islam. Saat itu jumlah tentara kaum muslimin hanya sekitar 3.000 orang
sementara bangsa Romawi memilki 200.000 orang.
Dalam perang mu’tah ini Nabi
Muhammad SAW memerintahkan agar pasukan dipimpin oleh Zaid bin Haritsah,
dan jika dia terbunuh maka kepeminpinan berpindah kepada Ja’far bin Abi Thalib,
dan jika terbunuh maka kepeminpinan digantikan oleh Abdullah bin Rawahah. Semua
pemimpin tersebut mati syahid pada peperangan ini, lalu bendera diambil alih
oleh Tsabit bin Aqrom, dan dia berkata kepada kaum muslimin: Pilihlah seorang
lelaki sebagai pemimpin kalian, maka mereka memilih Khalid bin Walid. Ketika
Khalid bin Walid terpilih sebagai pemimpin, beliau langsung mengatur para
pasukan, merubah strategi dengan menjadikan pasukan sayap kanan berpindah ke
sayap kiri dan sebaliknya pasukan sayap kiri berpindah ke sebelah kanan,
kemudian sebagian pasukan diposisikan agak mundur, setelah beberapa saat mereka
datang seakan pasukan batuan yang baru datang, hal ini untuk melemahkan
semangat berperang musuh kemudian kesatuan tentara kaum muslimin terlihat
menjadi besar atas pasukan kaum Romawi sehingga menyebabkan mereka mundur dan
semangat mereka melemah.
Abu Zannad berkata, “Pada saat
Khalid akan meninggal dunia dia menangis dan berkata, ‘Aku telah mengikuti
perang ini dan perang ini bersama pasukan, dan tidak ada satu jengkalpun dari
bagian tubuhku kecuali padanya terdapat bekas pukulan pedang atau lemparan
panah atau tikaman tombak dan sekarang aku mati di atas ranjangku terjelembab
sebagaimana matinya seekor unta. Janganlah mata ini terpejam seperti mata para
pengecut. ‘“
Dari Sahl bin Abi Umamah bin Hanif dari bapaknya dari
kakeknya dari Nabi Muhammad SAW bersabda, “Barangsiapa yang meminta kepada
Allah mati syahid dengan sebenarnya maka Allah akan menyampaikannya kepada
derajat orang-orang yang mati syahid sekalipun dirinya mati di atas
ranjangnya.”
Lalu pada saat wafat, dia tidak meninggalkan kecuali kuda, senjata dan budaknya yang dijadikannya sebagai sedekah dijalan Allah, pada saat berita kematian tersebut sampai kepada Amirul Mu’minin, Umar bin Al-Kattab dia berkata, “Semoga Allah meberikan rahmatnya kepada Abu Sulaiman, sesungguhnya dia seperti apa yang kami perkirakan.”
Dan disebutkan di dalam hadits riwayat Umar bin Al-Khattab tentang zakat bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Adapun Khalid maka dia telah menyimpan baju besinya dan perlengkapan berperangnya di jalan Allah.”
Lalu pada saat wafat, dia tidak meninggalkan kecuali kuda, senjata dan budaknya yang dijadikannya sebagai sedekah dijalan Allah, pada saat berita kematian tersebut sampai kepada Amirul Mu’minin, Umar bin Al-Kattab dia berkata, “Semoga Allah meberikan rahmatnya kepada Abu Sulaiman, sesungguhnya dia seperti apa yang kami perkirakan.”
Dan disebutkan di dalam hadits riwayat Umar bin Al-Khattab tentang zakat bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Adapun Khalid maka dia telah menyimpan baju besinya dan perlengkapan berperangnya di jalan Allah.”
Insan Mulia Sukses
Berkah, akhirnya beliau wafat pada tahun 21 H. di Himsh pada usia 52
tahun.semoga cerita menginsiprasi kita semua.
Berikut
ringkasan hidup Khalid bin Walid ....
Latihan Pertama
Latihan Pertama
Kita tidak banyak mengetahui
mengenai Khalid pada masa kanak-kanaknya. Tetapi satu hal kita tahu dengan
pasti, ayah Khalid orang berada. Dia mempunyai kebun buah-buahan yang
membentang dari kota Mekah sampai ke Thaif. Kekayaan ayahnya ini membuat Khalid
bebas dari kewajiban-kewajibannya.
Dia lebih leluasa dan tidak usah
belajar berdagang. Dia tidak usah bekerja untuk menambah pencaharian orang
tuanya. Kehidupan tanpa suatu ikatan memberi kesempatan kepada Khalid mengikuti
kegemarannya. Kegemarannya ialah adu tinju dan berkelahi.
Saat itu pekerjaan dalam seni
peperangan dianggap sebagai tanda seorang Satria. Panglima perang berarti
pemimpin besar. Kepahlawanan adalah satu hal terhormat di mata rakyat.
Ayah Khalid dan beberapa orang
pamannya adalah orang-orang yang terpandang di mata rakyat. Hal ini memberikan
dorongan keras kepada Khalid untuk mendapatkan kedudukan terhormat, seperti
ayah dan paman-pamanya. Satu-satunya permintaan Khalid ialah agar menjadi orang
yang dapat mengatasi teman-temannya di dalam hal adu tenaga. Sebab itulah dia
menceburkan dirinya kedalam seni peperangan dan seni bela diri. Malah
mempelajari keahlian mengendarai kuda, memainkan pedang dan memanah. Dia juga
mencurahkan perhatiannya ke dalam hal memimpin angkatan perang. Bakat-bakatnya
yang asli, ditambah dengan latihan yang keras, telah membina Khalid menjadi
seorang yang luar biasa. Kemahiran dan keberaniannya mengagumkan setiap orang.
Pandangan yang ditunjukkannya
mengenai taktik perang menakjubkan setiap orang. Dengan gamblang orang dapat
melihat, bahwa dia akan menjadi ahli dalam seni kemiliteran.
Dari masa kanak-kanaknya dia
memberikan harapan untuk menjadi ahli militer yang luar biasa senialnya.
Menentang Islam
Pada masa kanak-kanaknya Khalid
telah kelihatan menonjol diantara teman-temannya. Dia telah sanggup merebut
tempat istimewa dalam hati rakyat. Lama kelamaan Khalid menanjak menjadi
pemimpin suku Quraisy. Pada waktu itu orang-orang Quraisy sedang memusuhi
Islam. Mereka sangat anti dan memusuhi agama Islam dan penganut-penganut Islam.
Kepercayaan baru itu menjadi bahaya bagi kepercayaan dan adat istiadat
orang-orang Quraisy. Orang-orang Quraisy sangat mencintai adat kebiasaannya.
Sebab itu mereka mengangkat senjata untuk menggempur orang-orang Islam. Tunas
Islam harus dihancurkan sebelum tumbuh berurat berakar. Khalid sebagai pemuda
Quraisy yang berani dan bersemangat berdiri digaris paling depan dalam
penggempuran terhadap kepercayaan baru ini. Hal ini sudah wajar dan seirama
dengan kehendak alam.
Sejak kecil pemuda Khalid bertekad
menjadi pahlawan Quraisy. Kesempatan ini diperolehnya dalam
pertentangan-pertentangan dengan orang-orang Islam. Untuk membuktikan bakat dan
kecakapannya ini, dia harus menonjolkan dirinya dalam segala pertempuran. Dia
harus memperlihatkan kepada sukunya kwalitasnya sebagai pekelahi.
Peristiwa Uhud
Kekalahan kaum Quraisy di dalam
perang Badar membuat mereka jadi kegila-gilaan, karena penyesalan dan panas
hati. Mereka merasa terhina. Rasa sombong dan kebanggaan mereka sebagai suku
Quraisy telah meluncur masuk lumpur kehinaan Arang telah tercoreng di muka
orang-orang Quraisy. Mereka seolah-olah tidak bisa lagi mengangkat dirinya dari
lumpur kehinaan ini. Dengan segera mereka membuat persiapan-persiapan untuk
membalas pengalaman pahit yang terjadi di Badar.
Sebagai pemuda Quraisy, Khalid bin
Walid pun ikut merasakan pahit getirnya kekalahan itu. Sebab itu dia ingin
membalas dendam sukunya dalam peperangan Uhud. Khalid dengan pasukannya
bergerak ke Uhud dengan satu tekad menang atau mati. Orang-orang Islam dalam
pertempuran Uhud ini mengambil posisi dengan membelakangi bukit Uhud.
Sungguhpun kedudukan pertahanan
baik, masih terdapat suatu kekhawatiran. Di bukit Uhud masih ada suatu tanah
genting, di mana tentara Quraisy dapat menyerbu masuk pertahanan Islam. Untuk
menjaga tanah genting ini, Nabi menempatkan 50 orang pemanah terbaik. Nabi
memerintahkan kepada mereka agar bertahan mati-matian. Dalam keadaan bagaimana
jua pun jangan sampai meninggalkan pos masing-masing.
Khalid bin Walid memimpin sayap
kanan tentara Quraisy empat kali lebih besar jumlahnya dari pasukan Islam.
Tetapi mereka jadi ragu-ragu mengingat kekalahan-kekalahan yang telah mereka
alami di Badar. Karena kekalahan ini hati mereka menjadi kecil menghadapi
keberanian orang-orang Islam.
Sungguh pun begitu pasukan-pasukan
Quraisy memulai pertempuran dengan baik. Tetapi setelah orang-orang Islam mulai
mendobrak pertahanan mereka, mereka telah gagal untuk mempertahankan tanah yang
mereka injak.
Kekuatannya menjadi terpecah-pecah.
Mereka lari cerai-berai. Peristiwa Badar berulang kembali di Uhud. Saat-saat
kritis sedang mengancam orang-orang Quraisy. Tetapi Khalid bin Walid tidak
goncang dan sarafnya tetap membaja. Dia mengumpulkan kembali anak buahnya dan
mencari kesempatan baik guna melakukan pukulan yang menentukan.
Melihat orang-orang Quraisy
cerai-berai, pemanah-pemanah yang bertugas ditanah genting tidak tahan hati.
Pasukan Islam tertarik oleh harta perang, harta yang ada pada mayat-mayat
orang-orang Quraisy. Tanpa pikir panjang akan akibatnya, sebagian besar
pemanah-pemanah, penjaga tanah genting meninggalkan posnya dan menyerbu
kelapangan.
Pertahanan tanah genting menjadi
kosong. Khalid bin Walid dengan segera melihat kesempatan baik ini. Dia
menyerbu ketanah genting dan mendesak masuk. Beberapa orang pemanah yang masih
tinggal dikeroyok bersama-sama. Tanah genting dikuasai oleh pasukan Khalid dan
mereka menjadi leluasa untuk menggempur pasukan Islam dari belakang.
Dengan kecepatan yang tak ada
taranya Khalid masuk dari garis belakang dan menggempur orang Islam di pusat
pertahanannya. Melihat Khalid telah masuk melalui tanah genting, orang-orang
Quraisy yang telah lari cerai-berai berkumpul kembali dan mengikuti jejak
Khalid menyerbu dari belakang. Pemenang-pemenang antara beberapa menit yang lalu,
sekarang telah terkepung lagi dari segenap penjuru, dan situasi mereka menjadi
gawat.
Khalid bin Walid telah merobah
kemenangan orang Islam di Uhud menjadi suatu kehancuran. Mestinya orang-orang
Quraisylah yang kalah dan cerai-berai. Tetapi karena gemilangnya Khalid sebagai
ahli siasat perang, kekalahan-kekalahan telah disunglapnya menjadi satu
kemenangan. Dia menemukan lobang-lobang kelemahan pertahanan orang Islam.
Hanya pahlawan Khalid lah yang
dapat mencari saat-saat kelemahan lawannya. Dan dia pula yang sanggup menarik
kembali tentara yang telah cerai-berai dan memaksanya untuk bertempur lagi.
Seni perangnya yang luar biasa inilah yang mengungkap kekalahan Uhud menjadi
suatu kemenangan bagi orang Quraisy.
Ketika Khalid bin Walid memeluk
Islam Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam sangat bahagia, karena Khalid
mempunyai kemampuan berperang yang dapat digunakan untuk membela Islam dan
meninggikan kalimatullah dengan perjuangan jihad. Dalam banyak kesempatan
peperangan Islam Khalid bin Walid diangkat menjadi komandan perang dan
menunjukan hasil gemilang atas segala upaya jihadnya. Betapapun hebatnya Khalid
bin Walid di dalam medan pertempuran, dengan berbagai luka yang menyayat
badannya, namun ternyata kematianya di atas ranjang. Betapa menyesalnya Khalid
harapan untuk mati sahid di medan perang ternyata tidak tercapai dan Allah
menghendakinya mati di atas tempat tidur, sesudah perjuangan membela Islam yang
luar biasa itu. Demikianlah kekuasaan Allah. Manusia berasal dari Allah dan
akan kembali kepada-Nya sesuai dengan kemaua-Nya.
Senin, 04 Juni 2012
Air Laut dishir menjadi pembangkit listrik
TANJUNGPINANG --Air laut bakal menjadi bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan di Provinsi Kepulauan Riau, kata pakar marine saint Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepulauan Riau, Eddiwan.
"Penyulingan air laut menjadi biodiesel yang merupakan bahan bakar energi alternatif telah berhasil kami uji tinggal lagi penyesuaian mesin kapal yang cocok untuk biodiesel tersebut," kata Eddiwan.
Penyesuaian mesin kapal maksud dia apakah biodiesel tersebut cocok untuk mesin berbahan bakar premium atau solar.
Penyesuaian mesin kapal maksud dia apakah biodiesel tersebut cocok untuk mesin berbahan bakar premium atau solar.
Ia mengatakan, pemanfaatan tekologi biodiesel dari air laut itu merupakan program Dinas Kelautan dan Perikanan Kepulauan Riau (DKP Kepri) untuk mengatasi kelangkaan bahan bakar minyak.
"Teknologinya sederhana bahkan dapat dilakukan oleh nelayan yang tidak bersekolah sekalipun," ungkap Eddiwan yang memperoleh gelar magister dari Tokyo University.
Air laut yang akan disuling diendapkan dulu dalam bak penampungan dan kemudian disuling dengan alat penyulingan berukuran 0,1 mikron (plankton net). Air laut sulingan itu akan menghasilkan minyak sel yang berasal dari biota-biota yang hidup di laut.
Alumnus Boston University ini mengatakan, teknologi biodiesel dari air laut telah dipakai di Amerika namun untuk skala industri, sedangkan yang dibuatnya untuk skala kecil terutama untuk bahan bakar kapal nelayan dan listrik di rumah masyarakat yang bermukim di pulau-pulau.
Ia mengatakan pernah mempresentasikan teknologi air laut itu di Kementerian Kelautan dalam rapat teknis untuk pengembangan biodiesel di Indonesia, tetapi idenya itu ditolak dengan alasan mahal.
Air laut yang akan disuling diendapkan dulu dalam bak penampungan dan kemudian disuling dengan alat penyulingan berukuran 0,1 mikron (plankton net). Air laut sulingan itu akan menghasilkan minyak sel yang berasal dari biota-biota yang hidup di laut.
Alumnus Boston University ini mengatakan, teknologi biodiesel dari air laut telah dipakai di Amerika namun untuk skala industri, sedangkan yang dibuatnya untuk skala kecil terutama untuk bahan bakar kapal nelayan dan listrik di rumah masyarakat yang bermukim di pulau-pulau.
Ia mengatakan pernah mempresentasikan teknologi air laut itu di Kementerian Kelautan dalam rapat teknis untuk pengembangan biodiesel di Indonesia, tetapi idenya itu ditolak dengan alasan mahal.
"Padahal kalau saja kementerian mau maka pemerintah tidak susah mengajak masyarakat hemat energi karena lingkungan laut ada untuk mendapatkan energi listrik dan teknologinya tidak mahal, masyarakat awam pun dapat membuatnya," ungkap Eddiwan yang juga Kepala Bidang Pengelolaan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan DKP Kepri.
Itu sebabnya, lanjut dia, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau berinisiatif mengembangkan teknologi listrik dengan memanfaatkan air laut ini. Pada 2012 biodisel tersebut baru dalam tahap penerapan lapangan dan pada 2013 didistribusikan ke masyarakat serta sosialisasi.
Itu sebabnya, lanjut dia, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau berinisiatif mengembangkan teknologi listrik dengan memanfaatkan air laut ini. Pada 2012 biodisel tersebut baru dalam tahap penerapan lapangan dan pada 2013 didistribusikan ke masyarakat serta sosialisasi.
"Kelak tidak hanya pompong (kapal nelayan) yag berbahan bakar biodiesel air laut tapi juga kendaraan bermotor lainnya termasuk sebagai bahan bakar pesawat," katanya.
Menurut dia, semua perairan di Tanah Air bisa menghasilkan biodiesel asalkan saja perairan tersebut tidak tercemar.
Sabtu, 02 Juni 2012
Sabtu, 26 Mei 2012
Rahasia Unta
segala sesuatu yang diciptakan Allah pada hakikatnya adalah ayat, yakni tanda-tanda kekuasaan-Nya. Ayat juga memiliki arti peringatan atau pelajaran bagi manusia. dan dibawah ini adalah tanda-tanda kekuasaan-Nya...
''Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana dia diciptakan, Dan langit bagaimana ia ditinggikan? Dan gunung-gunung bagaimana ia ditegakkan?''
(QS. Al-Ghashiyah, 88: 17-20)
kenapa yah Allah menyebut seekor binatang yang hendaknya kita pikirkan dan renungkan dengan seksama, yakni onta?
ketahuilah teman, bahwa unta memiliki struktur tubuh yang sangat kuat dan tahan terhadap kondisi lingkungan yang paling ganas sekalipun. Unta mampu bertahan hidup berhari-hari tanpa makan dan minum. Mamalia ini dapat melakukan perjalanan jauh dengan beban ratusan kilogram di punggungnya selama berhari-hari.
Tahan lapar dan haus
Onta mampu bertahan hidup tanpa makan dan minum selama delapan hari pada temperatur 50°C. Dalam masa ini, ia akan kehilangan 22 persen dari keseluruhan berat tubuhnya. Manusia bisa mati jika ia kehilangan air dalam tubuhnya sebanyak 12 persen dari berat badannya, akan tetapi seekor onta kurus mampu tetap hidup kendatipun cairan tubuh sejumlah 40 persen dari berat tubuhnya telah hilang.
Salah satu alasan mengapa unta mampu menahan rasa haus selama berhari-hari adalah sebuah mekanisme yang memungkinkannya untuk menaikkan suhu internal tubuhnya hingga 41°C. Dengan cara ini, hewan tersebut dapat menekan berkurangnya jumlah air hingga batas minimum pada temperatur paling panas pada siang hari di gurun. unta juga mampu menurunkan suhu internal tubuhnya hingga 30°C di gurun dengan temperatur sejuk di malam hari.
Pengguna air yang efisien
Dalam waktu sekitar 10 menit, onta mampu meminum air hingga 130 liter, jumlah yang kurang lebih setara dengan sepertiga berat tubuhnya. Di samping itu, onta memiliki struktur berlendir dalam hidungnya dengan ukuran 100 kali lebih besar dari yang ada pada manusia. Hal ini memungkinkan onta mendapatkan 66 persen uap air yang terkandung dalam udara.
Tidak ada yang mubazir
Sebagian besar binatang akan mati keracunan ketika urea yang terakumulasi dalam ginjal mereka berdifusi ke dalam darah. Akan tetapi onta mampu memaksimalkan penggunaan air dan zat-zat makanan dengan cara mengalirkan urea berulang-ulang ke liver. Struktur darah dan sel onta sangatlah unik dan khas sehingga binatang ini mampu bertahan hidup dalam jangka waktu yang lama tanpa air di padang pasir.
Dinding sel pada unta memiliki struktur khusus yang mampu mencegah hilangnya air secara berlebihan. Tambahan lagi, adanya komposisi tertentu pada darah onta mencegah terjadinya pengurangan laju sirkulasi darah pada saat kadar air dalam tubuh onta menurun hingga batas minimum. Terdapat pula enzim albumin yang membantu daya tahan onta terhadap rasa haus. Enzim ini terdapat dalam jumlah yang jauh lebih banyak dibandingkan pada makhluk hidup yang lain.
Keberadaan ponok (=punggung yang menonjol vertikal ke atas) merupakan keuntungan tersendiri bagi onta. Seperlima berat tubuh onta adalah lemak yang tersimpan pada ponok tersebut. Karena tubuh mampu mengubah lemak menjadi senyawa bermanfaat lainnya termasuk air, maka penyimpanan lemak hanya pada satu tempat ini mencegah pengeluaran air dari keseluruhan tubuh onta. Hal ini memungkinkan onta menggunakan sesedikit mungkin air.
Kendatipun onta berponok mampu menghabiskan 30-50 kg makanan dalam satu hari, dalam situasi yang sulit binatang ini mampu hidup selama satu bulan dengan hanya mengkonsumsi makanan 2 kg rumput per hari. Onta memiliki bibir yang sangat kuat dan mirip karet yang menjadikannya mampu memakan duri yang cukup tajam untuk merobek kulit yang tebal sekalipun. Di samping itu, onta memiliki perut dengan empat bilik, serta sistem pencernaan yang sangat kuat yang mampu mencerna apa saja yang dimakan onta. Ciri-ciri ini sangat sesuai bagi binatang yang hidup di iklim sangat kering.
Perlindungan terhadap tornado dan badai
Mata unta memiliki bulu mata yang tersusun menjadi dua lapisan. Lapisan bulu mata ini membentuk sebuah perangkap yang mampu melindungi mata onta dari badai pasir yang ganas. Di samping itu, onta dapat menutup hidungnya sehingga mencegah masuknya pasir ke dalam hidung.
Perlindungan terhadap panas dan dingin
Rambut tebal yang menutupi tubuh onta mampu melindungi kulit onta dari terpaan sinar matahari yang panas membakar. Sebaliknya, pada cuaca yang amat dingin rambut ini mampu menjaga tubuh onta agar tetap hangat. Onta padang pasir tidak begitu terpengaruh oleh temperatur yang mencapai 50°C.
Sebaliknya, onta Bactrian yang berponok ganda mampu bertahan hidup pada suhu -50°C. Onta jenis ini dapat hidup di ketinggian 4000 meter di atas permukaan laut.
Tapak kaki yang tahan panas
Telapak kaki unta memiliki ukuran yang lebih besar dibandingkan ukuran dan panjang kakinya. Kaki ini dirancang secara khusus dan sengaja diciptakan dengan ukuran besar untuk membantu berjalan di atas padang pasir dengan mudah tanpa terperosok. Telapak kaki ini memiliki bentuk melebar dan menggembung. Selain itu, kulit yang tebal pada telapak tersebut merupakan bentuk perlindungan terhadap pasir gurun yang panas membakar.
Sekelumit uraian tentang unta di atas sudah sepatutnya mendorong kita untuk merenung sejenak: apakah onta melakukan adaptasi terhadap tubuhnya sendiri terhadap iklim padang pasir? Apakah binatang tersebut membuat sendiri lapisan lendir pada hidungnya, atau ponok yang menjulang di atas punggungnya? Apakah onta merancang sendiri bentuk hidung dan struktur matanya agar mampu melindungi dirinya dari tornado dan badai padang pasir? Benarkah hewan mamalia ini mendisain sendiri struktur darah dan sel-selnya berdasarkan prinsip efisiensi penggunaan air? Onta sendirikah yang memilih jenis rambut untuk menutupi seluruh tubuhnya?
Sebagaimana makhluk hidup yang lain, sudah pasti bahwa onta tidak mampu melakukan satu pun dari segalah hal di atas atau sengaja menjadikan dirinya bermanfaat untuk manusia. Bisa dimengerti jika ayat Alqur'an: " Maka apakah mereka tidak memperhatikan onta bagaimana dia diciptakan? " menyuruh kita untuk memperhatikan penciptaan binatang yang menakjubkan ini. Sebagaimana makhluk hidup yang lain, onta pun telah dilengkapi Allah dengan berbagai ciri yang unik dan istimewa, dan di tempatkan di bumi ini sebagai ayat, tanda-tanda kebesaran Pencipta.
Bagi unta, ia telah diciptakan dengan penampakan fisik yang luar biasa untuk kepentingan manusia.
Sedangkan bagi manusia sendiri, selain mendapatkan manfaat dari onta, mereka diperintahkan oleh Allah untuk memperhatikan dan memikirkan segala keajaiban ciptaan yang ada di alam semesta, termasuk onta. Sehingga manusia akan takjub, tunduk dan patuh pada Al-Khaaliq, Pencipta segala sesuatu, Dialah Allah.
Tidakkah kamu perhatikan sesungguhnya Allah telah menundukkan untuk (kepentingan)mu apa yang di langit dan apa yang di bumi dan menyempurnakan untukmu ni'mat-Nya lahir dan batin. Dan di antara manusia ada yang membantah tentang (keEsaan) Allah tanpa ilmu pengetahuan atau petunjuk dan tanpa Kitab yang memberi penerangan. (QS. Luqmaan, 31: 20)
''Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana dia diciptakan, Dan langit bagaimana ia ditinggikan? Dan gunung-gunung bagaimana ia ditegakkan?''
(QS. Al-Ghashiyah, 88: 17-20)
kenapa yah Allah menyebut seekor binatang yang hendaknya kita pikirkan dan renungkan dengan seksama, yakni onta?
ketahuilah teman, bahwa unta memiliki struktur tubuh yang sangat kuat dan tahan terhadap kondisi lingkungan yang paling ganas sekalipun. Unta mampu bertahan hidup berhari-hari tanpa makan dan minum. Mamalia ini dapat melakukan perjalanan jauh dengan beban ratusan kilogram di punggungnya selama berhari-hari.
Tahan lapar dan haus
Onta mampu bertahan hidup tanpa makan dan minum selama delapan hari pada temperatur 50°C. Dalam masa ini, ia akan kehilangan 22 persen dari keseluruhan berat tubuhnya. Manusia bisa mati jika ia kehilangan air dalam tubuhnya sebanyak 12 persen dari berat badannya, akan tetapi seekor onta kurus mampu tetap hidup kendatipun cairan tubuh sejumlah 40 persen dari berat tubuhnya telah hilang.
Salah satu alasan mengapa unta mampu menahan rasa haus selama berhari-hari adalah sebuah mekanisme yang memungkinkannya untuk menaikkan suhu internal tubuhnya hingga 41°C. Dengan cara ini, hewan tersebut dapat menekan berkurangnya jumlah air hingga batas minimum pada temperatur paling panas pada siang hari di gurun. unta juga mampu menurunkan suhu internal tubuhnya hingga 30°C di gurun dengan temperatur sejuk di malam hari.
Pengguna air yang efisien
Dalam waktu sekitar 10 menit, onta mampu meminum air hingga 130 liter, jumlah yang kurang lebih setara dengan sepertiga berat tubuhnya. Di samping itu, onta memiliki struktur berlendir dalam hidungnya dengan ukuran 100 kali lebih besar dari yang ada pada manusia. Hal ini memungkinkan onta mendapatkan 66 persen uap air yang terkandung dalam udara.
Tidak ada yang mubazir
Sebagian besar binatang akan mati keracunan ketika urea yang terakumulasi dalam ginjal mereka berdifusi ke dalam darah. Akan tetapi onta mampu memaksimalkan penggunaan air dan zat-zat makanan dengan cara mengalirkan urea berulang-ulang ke liver. Struktur darah dan sel onta sangatlah unik dan khas sehingga binatang ini mampu bertahan hidup dalam jangka waktu yang lama tanpa air di padang pasir.
Dinding sel pada unta memiliki struktur khusus yang mampu mencegah hilangnya air secara berlebihan. Tambahan lagi, adanya komposisi tertentu pada darah onta mencegah terjadinya pengurangan laju sirkulasi darah pada saat kadar air dalam tubuh onta menurun hingga batas minimum. Terdapat pula enzim albumin yang membantu daya tahan onta terhadap rasa haus. Enzim ini terdapat dalam jumlah yang jauh lebih banyak dibandingkan pada makhluk hidup yang lain.
Keberadaan ponok (=punggung yang menonjol vertikal ke atas) merupakan keuntungan tersendiri bagi onta. Seperlima berat tubuh onta adalah lemak yang tersimpan pada ponok tersebut. Karena tubuh mampu mengubah lemak menjadi senyawa bermanfaat lainnya termasuk air, maka penyimpanan lemak hanya pada satu tempat ini mencegah pengeluaran air dari keseluruhan tubuh onta. Hal ini memungkinkan onta menggunakan sesedikit mungkin air.
Kendatipun onta berponok mampu menghabiskan 30-50 kg makanan dalam satu hari, dalam situasi yang sulit binatang ini mampu hidup selama satu bulan dengan hanya mengkonsumsi makanan 2 kg rumput per hari. Onta memiliki bibir yang sangat kuat dan mirip karet yang menjadikannya mampu memakan duri yang cukup tajam untuk merobek kulit yang tebal sekalipun. Di samping itu, onta memiliki perut dengan empat bilik, serta sistem pencernaan yang sangat kuat yang mampu mencerna apa saja yang dimakan onta. Ciri-ciri ini sangat sesuai bagi binatang yang hidup di iklim sangat kering.
Perlindungan terhadap tornado dan badai
Mata unta memiliki bulu mata yang tersusun menjadi dua lapisan. Lapisan bulu mata ini membentuk sebuah perangkap yang mampu melindungi mata onta dari badai pasir yang ganas. Di samping itu, onta dapat menutup hidungnya sehingga mencegah masuknya pasir ke dalam hidung.
Perlindungan terhadap panas dan dingin
Rambut tebal yang menutupi tubuh onta mampu melindungi kulit onta dari terpaan sinar matahari yang panas membakar. Sebaliknya, pada cuaca yang amat dingin rambut ini mampu menjaga tubuh onta agar tetap hangat. Onta padang pasir tidak begitu terpengaruh oleh temperatur yang mencapai 50°C.
Sebaliknya, onta Bactrian yang berponok ganda mampu bertahan hidup pada suhu -50°C. Onta jenis ini dapat hidup di ketinggian 4000 meter di atas permukaan laut.
Tapak kaki yang tahan panas
Telapak kaki unta memiliki ukuran yang lebih besar dibandingkan ukuran dan panjang kakinya. Kaki ini dirancang secara khusus dan sengaja diciptakan dengan ukuran besar untuk membantu berjalan di atas padang pasir dengan mudah tanpa terperosok. Telapak kaki ini memiliki bentuk melebar dan menggembung. Selain itu, kulit yang tebal pada telapak tersebut merupakan bentuk perlindungan terhadap pasir gurun yang panas membakar.
Sekelumit uraian tentang unta di atas sudah sepatutnya mendorong kita untuk merenung sejenak: apakah onta melakukan adaptasi terhadap tubuhnya sendiri terhadap iklim padang pasir? Apakah binatang tersebut membuat sendiri lapisan lendir pada hidungnya, atau ponok yang menjulang di atas punggungnya? Apakah onta merancang sendiri bentuk hidung dan struktur matanya agar mampu melindungi dirinya dari tornado dan badai padang pasir? Benarkah hewan mamalia ini mendisain sendiri struktur darah dan sel-selnya berdasarkan prinsip efisiensi penggunaan air? Onta sendirikah yang memilih jenis rambut untuk menutupi seluruh tubuhnya?
Sebagaimana makhluk hidup yang lain, sudah pasti bahwa onta tidak mampu melakukan satu pun dari segalah hal di atas atau sengaja menjadikan dirinya bermanfaat untuk manusia. Bisa dimengerti jika ayat Alqur'an: " Maka apakah mereka tidak memperhatikan onta bagaimana dia diciptakan? " menyuruh kita untuk memperhatikan penciptaan binatang yang menakjubkan ini. Sebagaimana makhluk hidup yang lain, onta pun telah dilengkapi Allah dengan berbagai ciri yang unik dan istimewa, dan di tempatkan di bumi ini sebagai ayat, tanda-tanda kebesaran Pencipta.
Bagi unta, ia telah diciptakan dengan penampakan fisik yang luar biasa untuk kepentingan manusia.
Sedangkan bagi manusia sendiri, selain mendapatkan manfaat dari onta, mereka diperintahkan oleh Allah untuk memperhatikan dan memikirkan segala keajaiban ciptaan yang ada di alam semesta, termasuk onta. Sehingga manusia akan takjub, tunduk dan patuh pada Al-Khaaliq, Pencipta segala sesuatu, Dialah Allah.
Tidakkah kamu perhatikan sesungguhnya Allah telah menundukkan untuk (kepentingan)mu apa yang di langit dan apa yang di bumi dan menyempurnakan untukmu ni'mat-Nya lahir dan batin. Dan di antara manusia ada yang membantah tentang (keEsaan) Allah tanpa ilmu pengetahuan atau petunjuk dan tanpa Kitab yang memberi penerangan. (QS. Luqmaan, 31: 20)
Langganan:
Postingan (Atom)